Rabu, 04 April 2012

LAPORAN FISIKA


LAPORAN PRAKTIKUM
FISIKA DASAR II
“GELOMBANG TALI”


Disusn Oleh :

Nama            : Rahdi
NPM             : A1E011025
Semester       : 2 Kelas A
Kelompok     : I (satu)
Tanggal         : 05 April 2012
Asisten                   : Jesica Dwi Rodesi (A1E009070)

UNIVERSITAS BENGKULU
JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
LABORATORIUM PENDIDIKAN FISIKA
2012

BAB I
PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang

Ilmu fisika tentunya mempunyai banyak sekali kajian dalam berbagai bidang. Salah satunya adalah di bidang gelombang. Di dalam bidang gelombang ini akan terbagi lagi menjadi beberapa bagian, misalnya gelombang elektromagnetik, gelombang mekanik, yang akan masuk lagi ke bagian gelombang transversal dan gelombang longitudinal. Yaitu gelombang yang merambat memerlukan medium dan tanpa medium. Gelombang-gelombang ini banyak sekali terdapat di sekitar kita. Misalnya gelombang air yang memerlukan medium air untuk merambat.
Dalam kehidupan sehari-hari tentunya kita sering melihat banyak hal terjadi yang berkaitan dengan tali. Dan berbagai macam jenis tali yang di temukan. kita sering melihat tali yang bergetar kuat dan kurang bergetar. Tentunya ada faktor yang mempengaruhi getaran tali sehingga menimbulkan gelombang yang merambat dalam tali tersebut. Hal ini tentunya berkaitan dengan ilmu fisika yaitu gelombang.gelombang pada tali ini termasuk ke dalam gelombang mekanik. Dari hal ini perlu dikaji bagaimana gelombang yang merambat dalam tali tersebut. Oleh karena itu perlu di lakukan pratikum mengenai kinerja gelombang yang merambat melalui tali tersebut.

2.      Rumusan masalah
·         Bagaimana hubungan antara frekuensi gelombang dengan panjang gelombang ?
·         Bagaimana hubungan antara cepat rambat gelombang dengan tegangan tali ?

3.      Tujuan
·         Mempelajari hubungan antara frekuensi gelombang dengan panjang gelombang
·         Mempelajari hubungan cepat rambat gelombang dengan tegangan tali

4.      Defenisi istilah
Ø  Gelombang adalah suatu gangguan yang menjalar dalam suatu medium.
Ø  Frekuensi, f, adalah jumlah puncak-atau siklus lengkap-yang melewati satu titik per satuan waktu
Ø  Periode,T, tentu saja, adalah 1/f, dan merupakan waktu yang berlalu antara dua puncak berurutan yang melewati titik yang sama pada ruang.
Ø  Amplitudo adalah ketinggian maksimum puncak, atau kedalaman maksimum lembah, relatif terhadap tingkat normal (atau seimbang).
Ø  Kecepatan gelombang, v, adalah kecepatan dimana puncak gelombang (atau bagian lain dari gelombang) bergerak.
Ø  tali berosilasi dengan amplitude maksimum, disebut perut
Ø  Titik interferensi destruktif, dimana tali tetap diam, disebut simpul
5.      Hipotesis
·         Semakin besar frekuensi(f) suatu gelombang maka panjang gelombang(λ) tersebut semakin kecil.
·         Semakin besar tegangan tali maka akan semakin besar pula cepat rambat gelombang yang melalui tali tersebut.

6.      Tinjauan pustaka

         Gelombang adalah suatu gangguan yang menjalar dalam suatu medium. Yang dimaksud dengan medium disini ialah sekumpulan benda yang saling berinteraksi dimana gangguan itu menjalar.
         (Sutrisno,1979: 5)
         Gerak gelombang dapat dipandang sebagai perpindahan energi dan momentum dari satu titik didalam ruang ke titik lain tanpa perpindahan materi. Pada gelombang mekanik, seperti gelombang pada tali atau gelombang bunyi di udara, energi dan momentum dipindahkan melalui gangguan dalam medium.
(Tipler, 1998: 471)
         Jika kita menggoyang salah satu ujung tali (atau pegas) dan ujung yang satunya tetap, suatu gelombang yang kontinu akan merambat ke ujung yang tetap dan dipantulkan kembali, dengan terbalik. Sementara kita menggetarkan tali tersebut, akan ada gelombang yang merambat di kedua arah, dan gelombang yang merambat ke ujung tetap akan berinterferensi dengan gelombang pantulan yang kembali. Biasanya akan ada kekacauan. Tetapi jika kita menggetarkan tali dengan frekuensi yang tepat, kedua gelombang akan berinterferensi sedemikian sehingga akan dihasilkan gelombang berdiri dengan amplitudo besar. Gelombang ini disebut “gelombang berdiri” karena tampaknya tidak merambat. Tali hanya berosilasi ke atas ke bawah dengan pola yang tetap. Titik interferensi destruktif, dimana tali tetap diam, disebut simpul; titik-titik interferensi konstruktif, dimana tali berosilasi dengan amplitude maksimum, disebut perut. Simpul dan perut tetap di posisi tertentu untuk frekuensi tertentu.
         Dihasilkan tepat pada dua atau tiga kali frekuensi terendah dengan menganggap tegangan tali sama. Tali juga dapat bergetar dengan empat loop pada empat kali frekuensi terendah, dan seterusnya.
                  Sebuah tali yang direntangkan antara dua penopang yang dipetik seperti senar gitar atau biola, gelombang dengan bebagai frekuensi akan merambat pada kedua arah tali lalu akan dipantulkan di bagian ujung kemudian akan merambat kembali denagn arah yang berlawanan. Ujung-ujung tali, karena diikat tetap, akan menjadi simpul.
         (Giancoli, 2001: 392-394)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar